[KLARIFIKASI] Jari「Football betting rules」ngan SMS dan Telepon di Papua Sengaja Diputus

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Bet36 sports betts

Berdasarkan keterangan tertFootball bettFootball betting rulesIng rulesuFootball betting ruleslis yang disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara Kamis (29/8/2019) terdapat salah paham yang terFootball betting rulesjadi di tengah masyarakat terkait terganggunya jaringan selular ini.

“Kebijakan pemerintah hanya melakukan pembatasan atas layanan data (tidak ada kebijakan blackout) sementara layanan suara (menelepon/ditelepon) serta SMS (mengirim/menerima) tetap difungsikan,” ujar Rudiantara.

Sebelumnya, SMS dan telepon menjadi satu-satunya cara yang bisa mereka tempuh untuk tetap menjalin komunikasi dan bertukar kabar dengan sanak saudara di luar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Tidak berfungsinya layanan SMS dan telepon di Papua dikarenakan ada oknum yang memotong kabel utama jaringan optik Telkomsel. Putusnya kabel itu kemudian mematikan jaringan selular di Papua.

Akun lain @AleksWainee juga membagikan keluhan yang bernada serupa terkait gangguan jaringan selular yang terjadi.

“Jujur sedih sekaligus marah sih liat berita internet diblokir, sms & telepon juga, dan sekarang listrik padam. Segampang itu nyelesein masalah?” tulis salah satu akun bernama @AuliaMadjid.

Menkominfo menegaskan pihaknya tidak melakukan pemutusan ini.

KOMPAS.com – Menyusul diblokirnya layanan data internet di Papua akibat situasi yang belum kunjung kondusif pasca kerusuhan berlatar belakang masalah rasisme, kini masyarakat Papua juga mengalami kendala untuk melakukan komunikasi melalui pesan singkat SMS dan telepon selular.

Akibat kejadian ini, beredar isu yang menyebut jaringan telepon di Papua juga sengaja diputus untuk mempercepat proses pemulihan situasi.

Di media sosial, terutama Twitter banyak netizen yang menuliskan jaringan komunikasi di Papua dimatikan. Hal ini membuat siapa pun yang membacanya mengartikan bahwa jaringan selular di sana sengaja dinonaktifkan oleh pihak berwenang.

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, ada yang perlu diluruskan terkait informasi ini.