UPDATE Corona 9 September: Kasus Kematian Harian Indonesia Tertinggi Kedua di Dunia | Kuba Mulai Vaks「Bali Casino」inasi Anak 2 Tahun Halaman 2

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Bet36 sports betts

DapatkaBali Casinon infoBali Casinormasi, inspirasi dan insight di Bali Casinoemail kamu.

Daftarkan email

"Saat ini, R (tingkat reproduksi Covid-19) lebih dari satu. Kasus meningkat dua kali lipat setiap minggu. Dan, jika ini berlanjut, itu berarti Singapura bisa memiliki 1.000 kasus (harian) dalam dua minggu, atau mungkin 2.000 kasus (harian) dalam sebulan," kata dia.

Baca juga: Saat Australia Mencoba Alternatif Pelacakan Virus Corona Melalui Selokan...

Pasien yang meninggal dunia karena infeksi Covid-19 juga bertambah sebanyak 683 orang, sehingga totalnya kini menjadi 137.156.

Masih dari sumber yang sama, Kuba pada Senin (6/9/2021), menjadi negara pertama di dunia yang melakukan vaksinasi Covid-19 pada anak-anak dari usia dua tahun, menggunakan vaksin buatan sendiri yang tidak diakui oleh WHO.

Kementerian Kesehatan Singapura menyebutkan, selain infeksi lokal, ada empat kasus Covid-19 impor, dua di antaranya terdeteksi saat tiba di Singapura.

Baca juga: Cara Singapura Bersiap Hidup Berdampingan dengan Covid-19

Ketua Gugus Tugas COVID-19 Multi-Kementerian Singapura, Lawrence Wong mengatakan, tingkat penularan Covid-19 harus diperlambat.

Secara total, Singapura melaporkan 332 kasus baru Covid-19 pada Selasa. Ini merupkan jumlah harian tertinggi kasus Covid-19 sejak 5 Agustus tahun lalu.

Dilansir dari Channel News Asia, Selasa (7/9/2021), Singapura melaporkan 328 kasus baru Covid-19 yang ditularkan secara lokal pada Selasa.

Tambahan 683 itu menjadikan Indonesia sebagai negara dengan angka penambahan kematian harian tertinggi kedua di dunia, di bawah Rusia.

Pemerintah Singapura, katanya, akan berusaha melakukan upaya tersebut tanpa perlu masuk ke fase kewaspadaan tinggi lainnya.

Penambahan itu sekaligus menjadikan total pasien yang telah sembuh menjadi 3.864.848 orang.

Baca juga: 7 Bantuan yang Digelontorkan Selama Pandemi Covid-19